DISIPLIN DIRI ADALAH KUNCI SUKSES (Haryanto Kandani)

Disiplin adalah syarat mutlak untuk mencapai kehidupan yang Anda impikan. Seperti yang dikatakan oleh Peter Vidmar, pemenang medali emas olimpiade, bahwa untuk menjadi juara, ia hanya harus melakukan dua hal: Berlatih ketika ia ingin berlatih dan berlatih ketika ia tidak ingin berlatih.

Prinsip yang sama berlaku untuk disiplin akan pencapaian tujuan Anda sendiri. Meskipun mungkin Anda tidak ingin melakukan sesuatu, jika Anda tahu sesuatu itu penting dan bagian dari rencana Anda, bagaimanapun juga Anda harus melakukannya. Dengan berjalannya waktu Anda akan mengembangkan sebuah ketrampilan dan kebiasaan untuk mengatasi godaan untuk menjadi malas, menyingkirkannya, dan bertindak.

Ada ungkapan bahwa perbedaan antara menginginkan suatu hasil dan berkomitmen pada suatu hasil adalah ketika Anda hanya menginginkan, Anda melakukan apa yang mudah; ketika Anda berkomitmen, Anda melakukan apapun yang perlu. Apakah Anda menginginkan atau berkomitmen pada pencapaian Anda?Bila Anda tidak memiliki disiplin Anda tidak akan memiliki apa-apa. Tidak ada rencana yang besar yang dapat terwujud tanpa disiplin. Disiplin adalah latihan yang menghasilkan pola perilaku yang diinginkan, kebiasaan yang diharapkan, dan sikap yang membawa pada kesuksesan dalam kehidupan. Jadi disiplin adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk membawa Anda sampai pada tujuan.

Anda tidak akan menemukan disiplin, Anda harus menciptakannya. Kebiasaan buruk tidak membutuhkan disiplin, tetapi kebiasaan baik yang Anda inginkan selalu membutuhkan disiplin. Disiplin adalah kemampuan untuk melakukan apa yang benar bahkan saat Anda merasa tidak ingin melakukannya. Para pemimpin dan orang-orang yang berhasil luar biasa sepanjang sejarah memahami ini. Filsuf Yunani Plato menegaskan, “Kemenangan pertama dan terbaik adalah menaklukkan diri sendiri.”

Oswald Sanders, ia pernah mengatakan bahwa tanpa disiplin diri seseorang tidak akan mencapai potensi maksimal mereka. Pendaki gunung terkenal Sir Edmund Hillary mengamati, “Bukan gunung-gunung yang kita taklukkan, melainkan diri kita sendiri.”

Orator Inggris, Henry Parry Liddon, mengamati, “Apa yang kita lakukan dalam suatu kesempatan besar mungkin akan tergantung pada apa yang sudah kita wujudkan dalam diri kita; dan diri kita sebenarnya akan merupakan hasil dari tahun-tahun disiplin diri sebelumnya.” Karakter yang kuat dimulai dengan menaklukkan diri sendiri. Kemenangan terbesar ada dalam diri manusia.

Hadapilah kenyataan ini bahwa, semua orang ingin langsing, tetapi hanya sedikit yang serius berdiet. semua orang ingin umur panjang, tetapi tidak banyak yang disiplin berolahraga. Semua orang ingin kaya, tetapi tidak banyak yang mengelola keuangan dengan baik. Para achiever menaklukkan perasaan mereka dan membentuk kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan oleh para mediocre. Keputusan membantu kita memulai. Disiplin membantu kita menyelesaikan.

Kebanyakan orang mau menghindari kepedihan, padahal disiplin itu seringkali menyakitkan. Tetapi perlu kita sadari bahwa sesungguhnya ada dua jenis kepedihan dalam soal tingkah laku sehari-hari. Ada kepedihan disiplin diri dan ada kepedihan penyesalan. Banyak orang menghindari kepedihan disiplin diri karena itu mudah dilakukan. Yang mungkin tidak mereka sadari adalah bahwa kepedihan disiplin diri itu hanya sementara sifatnya, sementara imbalannya langgeng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: