Kangen


Belum habis kopiku diatasi meja hari ini, sudah kurasakan galau rasa tak terhingga seakan malas melangkahkan kaki ini untuk bergerak memulai hari ini, walau mentari bersinar dengan bangganya seakan akan bicara hari ini adalah hari yang sangat luar biasa.

Tidak tidakkah  terasakan rindu ini wahai Adinda disana. Rindu yang menumpuk tinggi setinggi gunung Semeru, menunggu harapan untuk bertemu, hanya untuk mengucapkan salam.

Betapa Aku sangat menyayangi mu, Semoga asa ini terdengar di kota sana, jarak dan waku yang memisahkan sepengggal cerita, Cerita yang tak akan habis walau diceritakan turun menurun.

Yach.. Asa ini sangat merindukan mu, cerita ini belum selesai dan tak akan pernah selesai. Hanya jarak yang memisahkan kita dan hati ini selalu bersua.

Citayam 2017

Iklan

Kembali..

Aku menitiskan air mata ketika tangan lemah mu menyetuh kepala ku, sebesar gunung Semeru dosa ku terhadap mu tidak akan pernah menghilangkan sedikit restu mu kepada anak mu.
Walau jauh berbilang waktu sejuk doa mu terasa hangat menyelumuti seluruh tubuh ini, keluh berubah doa, amarah berubah nasehat tanpa Aku sadari semua itu.

Kesombongan ku sudah membuat mu lemah dan memutih rambut mu. Itu tidak dapat memutarkan waktu menjadi biasa. Maafkan anak mu yang selalu melupakan mu, walau hanya untuk menayakan harimu keluh jemari ini tidak dapat di gerakan..

Aku hanya bisa berdoa untuk sesaat semoga engkau bahagia. Tuhan jadikan Dia menjadi hamba yang terbaik di sisi Mu.. Amin.

Hanya..


Ku berjanji tidak akan pernah meratapi.
Kesendirian yang membuat hampa.
Kesepian yang membuat hilang.
Kesunyian membuat gila.

Kesenangan semu yang membutakan mata.
Keinginan birahi yang membuat muntah jiwa.
Ingin jadi permata yang membuat orang lupa.

Kehadiran ini hanya sementara.
Tempat ini hanya menghitung makna.
Apa yang membuat kamu menjadi bangga.
Hanya rumput ilalang yang nanti berbicara.

Citayam 2017

ATTITUDE DEFINES ALTITUDE


2 HASIL BERBEDA DARI 2 SUDUT PANDANG…

Sebelum sang ayah menghembuskan n afas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua orang anaknya:

“Anakku, ada 2 pesan penting yang ingin ayah sampaikan pada kalian agar hidup kalian berhasil dalam hidup kalian kelak”

“Pertama: Jangan pernah menagih piutang kepada siapapun”

“Kedua: jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung”

…..

5 tahun berlalu dengan sangat cepat, sang ibu menengok anak sulungnya dengan kondisi bisnis yang sangat memprihatinkan, sang ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?”

Lanjutkan membaca

Awalan…


Begitu membuka mata pagi hari, berjuta syukur dipanjatkan kepada pencipta. Diberi kesempatan hari untuk berkarya dan meminta taubat kepadanya.

Lanjutkan membaca

Menunggu..


Kalian tahu pekerjaan apa yang paling membosankan di dunia ini, “Menunggu“. Kalau boleh menolak saya akan pergi sendirian, Berlari sendirian, menjemput sendirian, datang sendirian atau berusaha sendirian.

Lanjutkan membaca

Aku Pulang..


Ibu maafkan aku yang hanya datang dengan sebongkah masalah. Mengentuk pintu bingkai cinta yang tidak akan pernah hilang.

Aku hanya merengek terus meminta dibelikan sesuatu sambil mengumpat dan mencaci tanpa menyadari betapa kerasnya engkau menghadapi hidup ini.
Guratan diwajah mu terlihat jelas, waktu yang menggrogoti tubuh lemah mu seakan membayar derita mu.

Lanjutkan membaca