Kata Tetapi Itu Menghambatmu…

By Jamil A Zzaini
Banyak orang yang ingin hidupnya bertumbuh: Lebih maju, lebih berhasil, dan lebih sukses. Untuk itu ada yang kemudian melakukan konsultasi atau berguru kepada banyak orang. Namun mengapa diantara mereka ada yang tidak berhasil? Banyak sebabnya, salah satunya karena mereka terlalu sering menggunakan kata “tetapi”.
Saat diminta oleh konsultan atau gurunya untuk melakukan sesuatu, orang ini menjawab, “Tetapi, kan saya tidak punya waktu.” Orang ini merasa dirinya sibuk padahal ia hanya merasa sibuk. Atau sebenarnya kesibukannya tidak jelas, bahkan tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Saran saya, jadilah orang yang produktif bukan orang yang sibuk.
Ada juga orang yang mengeluh, “Tetapi saya tidak punya modal yang cukup.” Kelompok ini menganggap bahwa untuk mengembangkan bisnis itu harus punya banyak uang. Padahal, pebisnis besar kebanyakan menggunakan uang pihak lain untuk membangun dan menjalankan bisnisnya. Pinjam? Tidak harus. Sahabat saya memiliki bisnis dengan nilai triliunan rupiah tanpa pinjaman. Ia melakukan kerjasama bagi hasil dengan para pemodal.
Yang juga menyedihkan, bila ada yang berkata, “Tetapi saya tidak punya pengaruh di kantor, jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa.” Ketahuilah, pengaruh itu akan muncul bila Anda punya banyak prestasi dan karya. Tunjukkan kemahiranmu, tunjukkan kontribusimu dulu kepada perusahaan. Tunjukkan bahwa kehadiranmu ikut membawa perusahaanmu bertumbuh. Percayalah, setelah itu pengaruh akan datang kepada Anda.
Bahkan ada pula yang justru menyalahkan orang tuanya sendiri dengan berkata, “Tetapi orang tua saya kolot, pak. Dia tidak mendukung saya.” Padahal tanpa orang tua, Anda tak mungkin ada di muka bumi. Jangan cela dia. Bila mereka tidak mendukung, asah terus kemampuan bernegosiasi dan meyakinkan orang lain.
Kesalahan ada pada diri Anda bukan orang tua. Anda yang tidak mampu bernegosiasi dan meyakinkan, bukan orang tua yang tidak mendukung. Orang tua Anda perlu diyakinkan dengan cara yang tepat dan hebat. Belum apa-apa Anda sudah menyerah –Dasar pemalas, senangnya menyalahkan orang lain, orang tuanya sendiri lagi. Durhaka tahu!
Mulai hari ini, hilangkan atau kurangi kata “tetapi” saat menerima nasihat dari guru atau konsultan Anda. Sebab, kata tetapi hanya akan membuat Anda sibuk mencari alasan sehingga hidup Anda tidak bertumbuh..
Salam SuksesMulia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: