TAK PERLU GUNDAH DENGAN KEBENCIAN ORANG LAIN

Siapa bilang hidup itu lurus-lurus saja bagaikan ketenangan air di sebuah danau. Ada hitam tentunya ada putih. Ada suka cita sudah pasti ada duka nestapa, ada kebaikan ada keburukan bahkan ada kesenangan mesti ada kebencian, bukan! Itulah dinamika sebuah kehidupan. Warna warni itulah pernak pernik kehidupan yang sudah pasti kita temui dalam keseharian dimanapun jua.

Mungkin saja kita terlalu naif bila mengganggap hidup itu penuh dengan kebencian atau keindahan saja. Coba saja tengok bagaimana kita berhubungan dengan orang lain, tentulah ada yang menyukai keberadaan kita ataupun sebaliknya. Bisa jadi banyak penyebab ketidaksukaan orang lain pada diri kita entah sikap, perilaku, kecemburuan fisik dan keberhasilan yang kita miliki, serta ribuan alasan lainnya sampai yang menyedihkan ketidaksukaan hanya karena kita mempertahankan nilai-nilai kebaikan kejujuran, integritas, komitmen, keterbukaan.

Bila kita pahami dengan baik, ketidaksukaan orang lain yang kita terima terefleksi dengan sikap, bahasa tubuh, tutur kata yang terucap, ekspresi wajah yang tampilkan, sampai nada suara dari begitu halus meski penyengat sampai yang mampu mengundang kekuatan amarah kita untuk bangun dari pembaringan. Sebenarnya tak perlulah kita berbalas ketidak sukaan dengan ketidak sukaan kembali karena tenaga dan waktu akan terbuang sia-sia. Balaslah ia dengan butiran air kasih dan kebaikan yang kita punyai. Tak perlu berkecil hati bila kebaikan kita diabaikan, dicemooh, dihina begitu rupa karena memang kebaikan tetaplah kebaikan yang memberikan cahaya kemulian seseorang.

Cobalah untuk mengganggap ketidak sukaan adalah cemeti kehidupan yang mampu melecut motivasi kita untuk menjadi lebih baik. Dan anggaplah ia sebagai pelajaran untuk meningkatkan kemampuan berhubungan dengan orang lain menjadi lebih berkualitas. Kelolalah dia menjadi energi positif yang dapat membatu kita menggapai keberhasilan yang diinginkan. Tak perlu gundah dengan ketidaksukaan orang lain, tak perlu ragu tuk pertahankan nilai-nilai hakiki karena memang itulah pondasi kuat yang mampu membuat orang lain berdecak kagum dengan genggaman teguh harga diri dan kehormatan kita. Dengan demikian itu akan memampukan kita untuk mengerti bahwa ketidaksukaan adalah pilihan siapapun, dan bahkan membalas ketidak sukaan dengan tindakan yang sama atau sebaliknyapun juga sebuah pilihan, bukan ! Tetapi, perlu kita pahami dengan benar, bagaimanapun juga kebaikan tetaplah mutiara yang bersinar indah meski tersembunyi di lumpur terdalam yang pekat sekalipun.

Have a positive day!

Sumber : Unknown

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: