Pandangan

Sebuah atrikel yang sangat menarik…

Kenapa dalam memandang suatu masalah kita kadang terus menerus membicarakan perbedaannya dan mencari pembenaran terhadap pandangan tersebut? Bukankah sebaiknya kita melihat persamaannya dan berjalan dengan dasar tersebut?

Pandangan kadang menjadikan kita menjadi seorang yang lebih superior apabila hal tersebut tidak dapat diimbangi dengan rasa rendah hati… dan akan berakibat fatal kepada kita, sebab kita harus ingat; bahwa kita adalah manusia yang kalah apabila berdiri sendiri. Kadang kita sangat sulit menerima pandangan orang lain, padahal mungkin orang lain pun berpikir dan memiliki pandangan yang sama dengan kita…

Ada satu cerita yang sangat menarik,

Di sebuah dusun di daerah negara Perancis, di desa tersebut merupakan desa penghasil anggur yang baik bagi Perancis, mereka memiliki tradisi yang unik. Ada satu tradisi dari masyarakat desa tersebut apabila setelah musim panen dan pengolahan anggur, mereka akan berpesta bersama seluruh warga desa dengan mencicipi anggur kumpulan mereka. Kebiasaan ini telah berjalan ratusan tahun lamanya, kebiasaan yang menyenangkan bagi masyarakat desa tersebut. Masyarakat desa tersebut diminta menyumbangkan 5 liter anggur hasil panen mereka ke dalam satu tong sangat besar yang nantinya akan dibagikan keseluruh masyarakat desa pada saat pesta tersebut.

Pada saat pesta akan dimulai, seperti biasa sang Kepala Desa memberikan sambutan awal dan membagikan anggur tersebut. Dengan sambutan seperti tahun sebelumnya, sang Kades bersemangat dengan menceritakan hasil anggur terbaik dari desa mereka di negara Perancis… selalu dengan ekspresif dan meledak-ledak, kemudian setelah itu sang Kades mempersilahkan kepada masyarakat untuk bersama-sama meneguk minuman tersebut.

Sonte…………….!!!

Saat air menyentuh bibir masyarakat dengan spontan mereka memuntahkan air tersebut dengan mata melotot dan terbengong. Kenapa?!? ternyata rasa anggur tersebut sangat tawar, anggur berasa tawar…?!?

Apa yang sedang terjadi? Ditengah kesunyian, pecahlah kesunyian tersebut dengan suara Kades yang parau dengan memulai kalimat, “Huh… Siapa yang memberikan air tawar ke dalam tong ini? Bukan anggur?”

Semua terdiam dan Kades melihat ke seorang tua kurus yang sedang terbengong dan pucat, dan sang Kades pun berkata, “Hey, aku lihat tadi kamu mengisi dengan air tawar, Kesini kamu!!!” dan Kades menyeretnya ke kantornya untuk diminta pertanggung jawaban. Kemudian tidak lama pestapun bubar dan tradisi tersebutpun gagal dilaksanakan.

Setelah Kades memproses bapak tua tersebut, dia duduk sendiri di ruangnya dan termenung sambil berpikir, “Bagaimana mungkin rasanya bisa jadi tawar? Dari ukuran tong yang sangat besar tersebut saya hanya menuangkan 5 liter air tawar saja, koq rasanya menjadi tawar semua…?!?” Pikir sang Kades sangat keras hingga tertidur.

Disaat yang sama pula ternyata ditiap ruang rumah para kepala keluarga pun berpikir yang sama dengan Kades, ”Koq saya hanya menuang 5 liter air tawar saja kenapa semua rasanya menjadi tawar?” dan mereka memeriksa simpanan mereka, anggur hasil panen mereka diruangan lain dan merasakannya, ternyata anggur tersebut memang sangat berasa anggur!!!

Pikirkanlah cerita tersebut dan buatlah suatu pandangan tentangnya.

Ternyata pandangan kita terhadap suatu hal dan hanya mementingkan terhadap diri sendiri, bukan hanya terhadap diri kita sendiri yang dapat berpikir seperti itu… tetapi hingga semua orang berpikiran sama sehingga membentuk satu budaya kebohongan yang menghancurkan tradisi yang sudah berjalan selama ratusan tahun.

Pandangan… pandangan, kadang membuat kita salah dan kadang menjerumuskan kita ke dalam hal yang berakibat terhadap diri kita sendiri. Pandangan merupakan pola kita melihat, tapi janganlah kita tidak melihat pandangan orang lain dan rubahlah bila ternyata berdampak buruk bagi kebanyakan orang.

Belajarlah untuk selalu bersabar dan menghargai sebuah arti dari sebuah kejujuran yang hakiki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: